temp

Sistem Perbaikan Kinerja

Sistem peningkatan kinerja Technonatura disebut dengan Q2 or QualityQuest. Q2 model dikembangkan berdasarkan kerangka Total Quality Management dan Kriteria dan kategori dari Malcolm Baldrige. Pimpinan sekolah menggunakan kerangka ini dalam memahami sejauh mana pencapaian kinerja organisasi saat ini dan merencanakan bagaimana kinerja seharusnya di masa depan.

Kerangka Q2 ini digunakan untuk mendiagnosa permaslahan dalam sistem pendidikan pada setiap diskusi semesteran terhadap kinerja sistem secara keseluruhan. Prioritas target obyektif serta rencana kerja dimasukkan dalam sebuah perangkat elektronik EduQual yang memonitor pencapaian setiap target tersebut.

Kerangka dimulai dengan memfokuskan pada kebutuhan dan ekspektasi siswa dan masyarakat sebagai pemangku peran utama. Analisis kebutuhan serta ekspektasi ini yang menggerakkan diagnosa serta rekayasa ulang sistem pendidikan. Hasil diagnosa dan proses relayasa ulang ini yang dilaksanakan untuk mencapai misi dari teknonatura.

Perbaikan kinerja operasional didapatkan melalaui tiga proses yaitu,

  1. Concurrent engineering
  2. PDCA
  3. EDUDESIGN
  4. EDULEARN
  5. EDUGRADE

Operational performance improvement is achieved by the application of three processes: Plan, Do, Study, Act (PDSA); a cross-functional process map (CFPM) for curriculum development; and benchmarking. Once Charting the Course has been used for diagnosis and design, PDSA is used to incrementally improve specific processes and benchmarking is used to radically alter a process that is inhibiting D15s success in achieving its goals and student performance targets.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer