Tantangan Ke Depan

Pesatnya pertukaran informasi saat ini membuat dinding dinding serta pagar rumah tak berarti lagi dalam mencegah masuknya pengaruh buruk dari budaya materialisme, kapitalisme yang penuh kebebasan sex, dan memandang hidup hanya dari sisi pemuasan nafsu dan eksploitasi ekonomi semata. Hidup yang bagaikan hewan, dimana yang kuat memangsa yang lemah, yang lemah terpuruk tanpa kasihan. Peradaban yang bengis masuk melalui televisi radio serta internet menunjukkan hilangnya moralitas serta etika dalam masyarakat. Sementar pada tatanan global, kepemilikan teknologi serta ilmu pengetahuan menjadi previlege sebahagian kecil umat manusia, dan dijadikan senjata serta pengancam terhadap bangsa bangsa yang lemah agar takluk dan memenuhi keinginan dan nafsu duniawi mereka.

Tidak disangsikan lagi, pagar serta tembok pertahanan anak anak serta generasi muda harus dipindahkan, dari tembok pertahanan perbatasan negara dan perbatasan rumah menjadi sebuah pertahanan di dalam hati nurani yang kokoh sehingga mampu menolak semua efek buruk dari kemajuan informasi diatas. Dan pertahanan jenis ini hanya dapat dibentuk melalui sistem pendidikan yang berbeda dengan yang ada. Sebuah sistem pendidikan yang penuh dengan peringatan tentang fungsi dan peran manusia di muka bumi ini. Bukan sistem pendidikan yang mengajarkan kebengisan, eksploitasi alam demi kepentingan sesaat saja.

Kita mendambakan generasi yang mampu menghasilkan sebuah peradaban yang ramah dengan lingkungan, bersahabat antar sesama manusia dan bercahaya karena penuh rahmat Allah SWT. Namun peradaban yang kita harapkan seperti ini tidak akan pernah datang kalau sistem pendidikan yang kita gunakan masih menggunakan sistem pendidikan yang tak berbeda dengan para penguasa peradaban dunia saat ini yang bersendikan ekploitasi, materi, nafsu dan miskin tuntunan Illahi.

Sistem pendidikan yang bagaikan mesin industri saat ini, hanya memiliki target meluluskan sebanyak banyaknya siswa tanpa melihat kualitas lulusan yang ada. Sistim yang ada saat ini lemah dalam menjawab kebutuhan serta pola belajar siswa yang berbeda dari satu individu ke individu lainnya. Pendidikan saat ini mengandalkan guru guru didepan kelas berbicara tentang teori dan jargon jargon ilmu pengetahuan dan teknologi, miskin akan pemahaman, serta pengalaman langsung. Pendidikan kita juga miskin akan sisi kemanusiaan dimana pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana perbincangan dialogis hati ke hati. Lebih jauh lagi pendidikan kita miskin dalam mengasuh kreatifitas siswa untuk terus tumbuh agar mampu keluar dengan alternatif solusi pada setiap permasalahan yang baru.

Pendidikan pada dasarnya merupakan sarana untuk siswa memahami peran dirinya dalam alam semesta dan kemudian mempersiapkan diri untuk masuk berinteraksi pada sebuah komunitas masyarakat. Dari kumpulan pribadi yang beriman, akan terbentuk komunitas yang beriman, dan dari pribadi yang paham amanah akan terbentuk sebuah komunitas yang saling menjaga amanah. Singkatnya diperlukan individu yang memiliki kekuatan pribadi yang menjadi cikal bakal keluarga dan masyarakat. Pribadi yang baik dapat melahirkan keluarga yang baik. Keluarga yang baik dapat pula melahirkan masyarakat yang baik. Selanjutnya, masyarakat yang baik akan mampu menghasilkan sebuah peradaban yang baik pula. .

Porak porandanya kehidupan bangsa Indonesia sedikit banyak disebabkan kurangnya individu dan masyarakat yang shalih, yang memikul amanah yang dibebankan kepadanya dengan layak dan cakap secara kompetensi. Untuk memperbaiki kehidupan berbangsa maka pembangunan pribadi menjadi suatu keharusan. Pendidikan memegang peranan yang penting dalam menyemaikan pembangunan pribadi yang hasan serta berkompetensi tinggi. Pendidikan disini tidak boleh sekadar bermakna sekolah dengan segala perangkatnya. Namun sebuah proses pembelajaran yang berlangsung dimana saja orang tua, komunitas masyarakat serta industri ikut serta dalam memberikan sumbangsihnya.

Bertolak dari pemikiran itu, diperlukan sebuah Institusi pendidikan yang diharapkan akan mampu menjadi lokomotif dalam rekayasa ulang sistem pendidikan di Indonesia, semata mata untuk menjawab kebutuhan umat dalam menyongsong masa depan dan menciptakan generasi yang hasan, cakap akademis, kreatif dan penuh pancaran Illahi dalam dadanya.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer